Bogor – Anggaran komunikasi publik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadi sorotan. Temuan riset Indonesia Government Watch (IGoWa) mengungkap indikasi biaya produksi satu konten informasi publik bisa mencapai Rp44,9 juta.
Temuan ini langsung menuai reaksi dari Solidaritas Rakyat Nusantara (SORAK Nusantara). Ketua SORAK Nusantara, Iqbal Riski Pratama, mempertanyakan kewajaran angka tersebut.
“Kalau benar satu konten bisa sampai hampir Rp45 juta, publik tentu bertanya: ini bikin konten humas atau produksi film?” kata Iqbal dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Iqbal menilai angka tersebut sulit diterima jika dibandingkan dengan praktik produksi konten digital yang dilakukan para kreator muda di Kota Bogor.
Menurutnya, banyak kreator lokal mampu memproduksi konten digital dengan biaya jauh lebih efisien.
“Angka itu terasa tidak masuk akal bagi para kreator yang setiap hari memproduksi konten dengan biaya mandiri dan jauh lebih hemat,” ujarnya.
Jenis Konten Belum Jelas
SORAK Nusantara juga mempertanyakan jenis konten yang diproduksi dengan anggaran tersebut. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk konten yang dimaksud.
“Publik perlu tahu kontennya seperti apa. Apakah tulisan, audio, atau video produksi khusus. Tanpa penjelasan, masyarakat sulit menilai kewajaran anggarannya,” kata Iqbal.

