Jakarta, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis iklim untuk Dasarian II Januari 2026 (periode 11 hingga 20 Januari) yang menunjukkan variasi sifat hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, meningkatkan potensi terjadinya banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

BMKG mencatat bahwa secara umum, kondisi hujan terbagi menjadi wilayah yang lebih kering dari normal (bawah normal) dan wilayah yang lebih basah dari biasanya (atas normal), dengan sebaran yang tidak merata antarwilayah.

Wilayah yang diperkirakan mengalami sifat hujan bawah normal, mengindikasikan potensi curah hujan yang relatif lebih rendah, meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian kecil wilayah Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sebaliknya, wilayah dengan sifat hujan atas normal atau lebih basah dari biasanya mencakup sebagian besar Sumatra, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi genangan dan banjir di area rawan.

Penyebab Dinamika Atmosfer

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi hujan pada periode ini dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah masih aktifnya angin baratan yang membawa uap air dari Samudra Hindia. Selain itu, terdapat belokan angin di wilayah Sumatra bagian utara serta pusat tekanan rendah di barat Sumatra dan utara Maluku yang mendukung pembentukan awan hujan intensif.

Dari sisi intensitas, curah hujan kategori menengah (50–150 milimeter per dasarian) diprakirakan terjadi di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Namun, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi, yakni di atas 150 milimeter per dasarian, berpotensi terjadi di sebagian besar Banten, sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, NTB, NTT, serta Sulawesi Selatan.

Peringatan Dini dan Status Awas