BOGOR — Tiga organisasi di Kabupaten Bogor berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan untuk biaya operasi anak mantan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam waktu kurang dari 24 jam.

Ketiga organisasi tersebut yakni Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (FABEM), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

Penggalangan dana dilakukan setelah munculnya informasi mengenai kondisi Irfan Satria Budi, mantan karyawan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE), yang belum menerima gaji sejak Juli 2022 hingga perusahaan tersebut dinyatakan pailit pada Desember 2024. Hak gaji yang belum dibayarkan itu sebelumnya disebut akan digunakan untuk biaya pengobatan anaknya.

Koordinator FABEM Bogor, Feri, menyampaikan bahwa bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai unsur masyarakat.

"Bantuan ini bersumber dari keluarga besar forum, para perwira TNI, wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan, serta tokoh organisasi tingkat nasional dan daerah. Alhamdulillah, kurang dari sehari target biaya operasional kesehatan anak eks karyawan PT PPE sudah terpenuhi," ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ketua GMPRI Cabang Bogor, Yogi Arianda, menilai gerakan solidaritas masyarakat berjalan lebih cepat dibandingkan proses penyelesaian hak pekerja oleh pemerintah daerah.

"Ini bukti nyata bahwa ketika negara bergerak lambat, masyarakat sipil justru bergerak cepat. Kami tidak menunggu birokrasi karena ada nyawa dan masa depan anak yang dipertaruhkan. Kurang dari 24 jam urusan biaya operasi selesai. Giliran pemerintah daerah yang menuntaskan sisa persoalan keadilan yang lain," kata Yogi.

Sebelumnya, GMPRI juga menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor yang dinilai belum menuntaskan persoalan gaji mantan karyawan BUMD, meskipun kepemimpinan daerah telah berjalan selama satu tahun.

Sementara itu, Ketua FWBS, Acep Mulyana, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut dari sisi jurnalistik.