BOGOR – Pembangunan Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor menjadi sorotan publik setelah ditemukan penggunaan besi tulangan yang tampak berkarat pada struktur bangunan. Selain itu, tidak terlihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, sehingga masyarakat tidak mengetahui nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana kegiatan, maupun instansi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, sejumlah besi tulangan yang telah terpasang pada struktur kolom bangunan terlihat mengalami korosi dengan permukaan berwarna cokelat kemerahan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait kualitas material yang digunakan dalam proyek yang dibiayai oleh anggaran pemerintah.

Tidak adanya papan informasi proyek turut menjadi perhatian. Padahal, papan proyek merupakan sarana keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai identitas pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, hingga instansi pengguna anggaran.
Akibat tidak terpasangnya papan informasi tersebut, publik kesulitan memperoleh informasi mengenai besaran anggaran yang digunakan serta pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan Gedung Serbaguna Setda Kabupaten Bogor.
Saat dikonfirmasi di lokasi pada Senin (22/6/2026), sejumlah pekerja menyebut kondisi besi yang tampak berkarat tersebut disebabkan sering terkena hujan selama proses pekerjaan berlangsung.
"Karena kehujanan," ujar salah seorang pekerja kepada media.
Namun, keterangan tersebut justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan apakah besi tulangan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat mengalami korosi dengan kondisi seperti yang terlihat di lapangan hanya karena terpapar hujan dalam waktu relatif singkat.
Diduga Langgar K3, Proyek Skywalk CSR Rp90 Miliar di Kabupaten Bogor Tuai Kritik Tajam
Sejumlah pemerhati konstruksi menilai persoalan tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Pasalnya, kualitas baja tulangan merupakan salah satu komponen utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan struktur bangunan.
Mereka menilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah kondisi karat yang terlihat masih dalam batas toleransi teknis dan tidak memengaruhi mutu konstruksi, atau justru memerlukan tindakan pembersihan maupun penggantian material sebelum proses pengecoran dilaksanakan.
Temuan penggunaan besi yang tampak berkarat tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pengendalian mutu (quality control) serta pengawasan pekerjaan oleh kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan pejabat teknis yang berwenang.