Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat merespons bencana pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Bupati Bogor, Rudy Susmanto memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkan penanganan menyeluruh, dimulai dari penyelamatan hingga pemulihan hunian.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 60 kepala keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 38 kepala keluarga mengalami kerusakan rumah kategori rusak berat. Sementara sisanya berada di zona yang tanahnya masih bergerak, meskipun bangunan belum mengalami kerusakan.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Tahap pertama yang kami lakukan adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian,” ujar Rudy saat meninjau lokasi, Jumat (30/1).

Sebagai langkah darurat, Pemkab Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara selama enam bulan bagi seluruh warga terdampak. Setiap keluarga akan menerima Rp750.000 per bulan dan dibayarkan sekaligus untuk enam bulan pertama.

Kebijakan ini diambil agar warga dapat segera menempati hunian yang aman dan layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Pemerintah daerah ingin memastikan pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memberi ketenangan bagi keluarga yang terdampak.

Selain bantuan hunian sementara, Pemkab Bogor juga akan melaksanakan perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga sesuai kategori kerusakan dan hasil kajian teknis di lapangan. Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan hingga proses rekonstruksi selesai. (Lky)