JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (DPP Gema Kosgoro) mengecam keras aksi teror penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Tindakan tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan upaya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Ketua Gema Kosgoro, Agus Syafrudin menyatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi, terlebih jika ditujukan untuk membungkam suara kritis aktivis. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk intimidasi yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

"Kami mengutuk keras tindakan biadab ini. Teror terhadap Andrie Yunus bukan sekadar serangan personal, melainkan upaya nyata untuk mengintimidasi gerakan sipil dan para pejuang keadilan di Indonesia," ujar Agus Syafrudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Gema Kosgoro mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional. Agus menekankan bahwa pihak berwajib harus mampu menangkap pelaku lapangan serta mengungkap aktor intelektual yang berada di balik serangan tersebut. Menurutnya, pembiaran terhadap kasus kekerasan seperti ini hanya akan memperburuk iklim demokrasi di tanah air.

Selain mendesak proses hukum, Gema Kosgoro juga menyampaikan rasa solidaritas mendalam kepada keluarga besar KontraS dan Andrie Yunus. Agus mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk tetap solid dan tidak gentar menghadapi segala bentuk ancaman yang bertujuan menghambat perjuangan hak-hak rakyat.

"Negara harus hadir memberikan perlindungan bagi setiap warga negara, terutama mereka yang berdedikasi dalam advokasi kemanusiaan. Kami berharap kepolisian bergerak cepat agar kepercayaan publik terhadap supremasi hukum tetap terjaga," pungkasnya. (Lky)