BEKASI – Proses tender proyek Revitalisasi Pasar Kandang Gajah Wisma Asri di Kota Bekasi menuai sorotan. Center for Budget Analysis (CBA) menemukan sejumlah indikator yang dinilai mengarah pada minimnya kompetisi dalam proses pengadaan proyek tersebut.

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, mengungkapkan bahwa paket pekerjaan Belanja Modal Konstruksi Pembangunan/Revitalisasi Pasar itu dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi pada Tahun Anggaran 2026.

Nilai pagu anggaran proyek tersebut tercatat sebesar Rp11.494.328.000, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp11.465.592.000.

“CBA menemukan sejumlah indikator yang patut menjadi perhatian publik dalam proses tender ini,” kata Jajang dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Salah satu temuan utama adalah minimnya jumlah peserta yang benar-benar mengajukan penawaran harga.

Dalam data pengadaan tercatat terdapat 31 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta tender, namun hanya dua perusahaan yang mengajukan penawaran.

Kedua perusahaan tersebut adalah PT Buaran Raya Permai dengan nilai penawaran Rp10.759.612.280,67 dan PT Mawany Inti Karya dengan nilai penawaran Rp11.327.550.000.

Dengan demikian, 29 perusahaan lainnya tidak menyampaikan penawaran harga.

CBA menilai kondisi ini tidak lazim dalam proses pengadaan proyek konstruksi pemerintah yang umumnya diikuti persaingan ketat antar peserta.